Selasa, 02 Oktober 2012

Pentingnya Mengingat ( Berdzikir ) Kepada ALLAH Dalam Kehidupan Sehari-hari



بسم الله الرحمن الرحيم
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا(41)وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا(42)هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا(43)
Artinya:
41) Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42) Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. 43) Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab/33:41-44)
Para ulama membagi mengingat Allah itu ke dalam 3 kelompok yaitu: Pertama, ingat Allah dengan hati (zikr bi al-qalb). Kedua, ingat Allah dengan lidah (zikr bi al-lisan), dan ketiga ingat Allah dengan anggota badan (zikr bi al-af’al)
II
Pertama, ingat Allah dengan hati (zikr bi al-qalb) adalah menyadari dengan sangat mendalam bahwa Allah selalu hadir dalam hidup kita. Dengan demikian jika kita mengerjakan sesuatu, kita kerjakan dengan kesadaran penuh bahwa Allah beserta kita, Allah menyertai kita, Allah mengawasi kita dan Allah memperhitungkan perbuatan kita. Allah berfirman: “Dan Dia bersamamu di manapun kamu berada. Dan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang engkau kerjakan.” (QS. Al-Hadid/57: 4). Jika Allah selalu bersama kita, maka kita akan selalu merasa tentram. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Al-Ra’du/13: 28). Ketentraman itu bagaikan anak kecil yang berhenti menangis karena berhasil didekap ibunya, kedekatan psikologis.
Orang yang hatinya tentram berarti merasakan surga dunia, karena surga merupakan simbol kenikmatan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa kata surga itu diungkap dengan al-jannah dalam bahasa Indonesia artinya kebun. Bukan hanya sekedar kebun tapi kebun tajri min tahtiha al-al-har dalam bahasa Arab artinya beberapa sungai mengalir di bawahnya, begitu adem, nyaman, dan menyenangkan.
Sebaliknya orang yang hatinya tidak tentram berarti merasakan neraka dunia, karena neraka merupakan simbol ketidaknikmatan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa kata neraka itu diungkap dengan al-nar dalam bahasa Indonesia artinya api. Api itu panas, tidak adem, tidak nyaman, dan tidak menyenangkan.
Supaya kita selalu merasakan ketenangan, agama menawarkan antara lain dengan shalat. Allah berfirman: “Tegakkanlah shalat untuk mengingatku.” (QS. Thaha/20:14). Kita usahakan shalat itu pertama, di awal waktu; kedua, berjamaah, dan ketiga di masjid/mushalla.
III
Kedua, ingat Allah dengan lidah (zikr bi al-lisan) adalah mengucapkan kata atau kalimat yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW. Kata atau kalimat itu antara lain adalah subhanallah, al-hamdulillah, la ilaha illallah, Allahu Akbar, la haula wal quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim dan lain sebagainya. Ada ungkapan mengatakan kalimat yang baik itu adalah sedekah. Artinya bila mengucapkannya setiap hari, berarti setiap hari pula kita sudah bersedekah.
Namun tidak hanya sekedar ucapan yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW saja, sebab efek dari antara lain ucapan di atas baru untuk kita, hubungan vertikal, belum lagi untuk orang lain, bukankah kita ini hidup bermasyarakat, hubungan horizontal. Menurut Aristoteles, seorang Filosof Yunani, manusia itu adalah “zoon politicon”, makhluk social, bermasyarakat. Oleh karenanya kata atau kalimat tersebut harus kita terjemahkan dalam kehidupan. Terjemahan itu dalam bentuk memelihara lidah dan tangan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang menyebabkan orang-orang Islam (yang lain) selamat dari lidah dan dan tanggannya.” (HR. al-Bukhariy, Muslim, Abu Dawud, dan al-Nasa’i, Ahmad, dan al-Darimiy dari Abdullah ibn Umar).
Dalam hadis di atas kenapa disebutkan hanya lidah dan tangan? Bukankah ada anggota tubuh yang lain. Dalam teori metodologi pemahaman hadis disebutkan bahwa kedua anggota badan ini sangat aktif menyakiti manusia. lidah merupakan simbol anggota badan yang sangat aktif menyakiti non pisik manusia, seperti menggunjing, dan lain sebagainya, sedangkan tangan merupakan simbol anggota badan yang sangat aktif menyakiti pisik manusia seperti mencubit, memukul, menendang, atau mengambil hak orang lain dan sebagainya.
III
Ketiga ingat Allah dengan anggota badan (zikr bi al-af’al) adalah di manapun kita berada, selalu bekerja dan di tempat yang diridhai Allah. Untuk selalu bekerja yang diridhai oleh Allah, sebagai ilustrasi ketika Nabi berjalan di sebuah pasar, ia melihat ada salah seorang saudagar yang dicurigai oleh Nabi melakukan kecurangan. Oleh karena itu untuk mentesnya, Nabi membenamkan tangannya ke barang dagangan saudagar tadi, kemudian tangan itu diangkat, setengah ke bawah tanggannya basah. Lalu Nabi bersabda: “man ghassa falaisa minna” siapa yang mengicuh dalam berbisnis, maka ia bukan termasuk umatku (HR. al-Bukhariy, Muslim, al-Tirmiziy, Ibn Majah, dan Ahmad)
Terhadap selalu berada di tempat yang diridhai Allah, sebab kita tidak tahu kapan napas kita berhenti. Allah berfirman: “Sesungguhnya hanya pada sisi Allah saja pengetahuan tentang hari kiamat. Dia-lah yang menurunkan hujan; Mengetahui apa yang berada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok; Tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.” (QS. Lukman/31: 34).
Jika ajal datang kepada kita pada saat di tempat yang diridhai Allah, maka ada indikasi kita wafat dalam husnul khatimah (akhir yang baik). Tetapi sebaliknya jika ajal datang kepada kita pada waktu kita berada di tempat maksiat, maka ada indikasi kita wafat dalam su’ul khatimah (akhir yang tidak baik).
IV
Jika kita sudah ingat Allah dengan hati, ingat Allah dengan lidah, dan ingat Allah dengan anggota badan, maka Allah akan memberi rahmat kepada kita juga malaikat-Nya memohonkan ampunan untuk kita, supaya Allah mengeluarkan kita dari kesulitan kepada kemudahan, dari kesempitan kepada kelapangan, dari kebodohan kepada kepintaran dan kecerdasan, dan dari kemiskinan kepada kekayaan.
Wa Allahu A’lam bi al-Shawab.
Oleh: Muslim, M.Ag.
(Dosen/Ketua Jurusan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang)



Sabtu, 01 September 2012

MASTA PK IMM FT UHAMKA

Assalamu'alaikum Wr Wb
Selamat datang Mahasiswa baru Fakultas Teknik Uhamka Periode 2012-2013
calon kader penerus perjuangan bangsa,negara& Agama..
proses saling mengenal satu sama lain merupakan pintu menuju pengenalan yang lebih jauh dengan secara sadar menyadari bahwasanya secara sunnatullah antara manusia satu dengan yang lainnya pastilah berbeda bentuk,ras maupun bahasa. akan tetapi pada persfektif Islam bukanlah merupakan persoalan prinsip, sebagaimana sabda Nabi Muhamad SAW bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan fostur tubuh kalian akan tetapi sesungguhnya amal dan Hati kalian yang Allah lihat ( Hadist ).
MASTA ( Masa Ta'aruf ) yang dilakukan oleh Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Teknik Uhamka dalam rangka menyambut mahasiswa baru fakultas teknik mengusung tema " Mewujudkan Komitmen Akademisi Islam Yang Berakhlaq Mulia dan Berjiwa Sosial ".
dengan konsep Religiusitas dan Humanitas diharapkan agar tercapainya akademisi-akademisi dari fakultas teknik yang taat terhadap nilai-nilai agama serta menyadari bahwa di lingkungan mereka kuliah haruslah kita mengenal juga kehidupan bermasyarakat khususnya di sekitar kampus.
IMM sudah sangatlah haus akan nilai-nilai agama ataupun moral-moral kualitas para kader nya yang tidak mencerminkan seorang muslim. oleh sebab itu di mulai dari komisariat khususnya fakultas teknik Uhamka mencoba untuk mewujudkan segala aspek nilai-nilai islam seperti diadakan nya pengajian,dakwah (kultum), menyantuni fakir miskin dan Dhuafa. dengan adanya kegiatan MASTA ini di jadikan momentum bagi komisariat teknik untuk membangun fakultas islami.
selain acara perkenalan dan ramah tamah menyambut mahasiswa baru,pada Masta kali ini PK IMM FT UHAMKA mengadakan kegiatan Bakti sosial kepada Masyarakat di sekitar Jatayu.dengan berharap agar semua mahasiswa fakultas teknik merangkul semua yang ada di sekitar dengan cara berbagi terhadap sesama seperti yang selalu di katakan dalam hadist Nabi " Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain ( sekitarnya )
Mudah-mudahan apa yang telah kami usahakan menjadi sangatlah bermanfaat dengan mengharap bernilai keikhlasan dari Allah SWT.

kami berharap Ayahanda,Kakanda,Adinda immawan/ti ataupun para simpatisan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini kami harapkan kehadirannya pada
Hari Senin,3-4 September 2012 bertempat di lt.6 Kampus A Uhamka
semoga dukungan do'a ataupun materil yang telah disalurkan menjadikan tabungan kita buat di akhirat kelak..amiiin
Ikhlas Beramal Dalam Bakti Abadi Perjuangan Kami
fastabiqul Khoirot
Wassalamu'alaikum Wr Wb

IMM Jaya..

* Salam BPH PK IMM FT UHAMKA






Kamis, 30 Agustus 2012

MASTA IMM PK IMM FT UHAMKA JAKSEL

Masta (Masta Ta'aruf) masa perkenalan kepada mahasiswa baru untuk akrab kepada teman-teman baru, pengurus IMM. Mengenalkan mahasiswa baru untuk mengetahui Ke-IMM-an, Kemuhammadiyaan, Humanitas, dan Al-Islam. 

Barang Bawaan Peserta: 
- ATK (Pulpen, Buku, & Penggaris) 
- Perlengkapan shalat 
- Al-Qur'an
- Air Mineral 1,5 lt 
- Obat-obatan pribadi 
- Karton warna merah 
- Spidol warna kelompok: 
  • Hitam 
  • Kuning 
  • Hijau
Catatan pilih salah satu. 
- Makanan favorit. 
- Tali warna merah 

Pakaian/Dresscode: 

Laki-laki 

- Peci merah
- Hari Pertama : Baju Koko warna putih
   Hari Kedua    : Batik 
- Celana bahan hitam 
- Sarung 
- Sepatu 

Wanita 

- Kerudung merah 
- Hari Pertama : Baju/kemeja putih (tidak ketat) 
  Hari Kedua    : Batik 
- Selendang 
- Rok bahan hitam (tidak ketat) 
- Sepatu 

Barang Bawaan Kelompok 

- Minyak 1lt 
- Gula 1kg 
- Beras 5lt 
- Mie Instant 5 bungkus 
- Teh 1pack 

*Kerjasama buat kumpulin barang-barang kelompk. Barang ini untuk bakti sosial kita ke Masyarakat. 

Kumpul jam 07:00 pagi ya teman-teman ^_^ di UHAMKA Limau II 

CP:
Riva'i : 08577891565 
Fitri : 089692450573 

Join grup Facebook Masta IMM FT UHAMKA 2012 
http://www.facebook.com/groups/460700413963386/ 
Follow @immftuhamka 

Sabtu, 25 Agustus 2012

Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus

Mungkin sedikit terlambat untuk memposting ini tapi bagaimana harus meluruskan sejarah bangsa Indonesia terutama dibulan agustus. Agustus ini dimana saat  bangsa kita memproklamirkan setelah 17 tahun (28/10/1928 - Sumpah Pemuda) layaknya manusia saat menginjak umur 17 tahun harus menentukan masa depannya dan harus mandiri. Sama seperti halnya dengan bangsa Indonesia menentukan kedepannya atau merdeka. 
Proklamasi=menyampaikan/memberitahukan kabar gembira sebagaimana PARA RASUL2 dan PARA PEMIMPIN diutus oleh Allah ke muka bumi adalah untuk "MENYAMPAIKAN KABAR GEMBIRA dan MEMBERI PERINGATAN" kepada bangsanya dimuka bumi.
Orang-orang menganggap 17 Agustus 1945 sebagai HUT RI seharusnya ialah HUT Proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia. 

Mari kita simak penggalan teks proklamasi. 

PROKLAMASI 

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dll diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 

Jakarta, tanggal17 Bulan Agustus Tahun 1945 
Atas nama bangsa Indonesia 
Soekarno - Hatta  

Setelah kita menyimak teks proklamasi diatas adakah penggalan kata "negara". Penggalan teks proklamasi mengatasnamakan "bangsa". Faktnya ialah. 
  • Pada saat teks Proklamasi. Dibacakan, Republik Indonesia Beluma ada.
  • Pada saat teks proklamasi dibacakan Ir. Sukarno dan Drs Moh. Hatta belum menjadi Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia sebab Negara belum didirikan pada hari itu.
  • Teks Proklamasi secara jelas menyatakan bahwa Kemerdekaan di. nyatakan oleh Bangsa Indonesia dan atas Nama Bangsa Indonesia, Bukan Negara Republik Indonesia.
  • Proklamasi 17 Agustus 1945 ialah Pernyataan Kemerdekaan sebagai Bangsa, Bukan Deklarasi Negara.
  • Republik Indonesia baru didirikan pada 18 Agustus 1945 ketika UUD'45 di sahkan dan Ir. Sukarno bersama Drs. Moh Hatta diangkat sbgai Presiden dan Wakil Presiden RI. - Pernyataan 17 Agustus sbagai HUT RI ialah pesanan Kerajaan Belanda agar terbebas dari tuntutan Genosida akibat Agresi Militer 1 dan 2.
Mari kita luruskan sejarah bangsa Indonesia Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia Maka sampaikanlah kabar gembira ini bahwa kita sebagai bangsa berkodrat diperintahkan harus merdeka "Terangkat Harkat dan Martabat Hidupnya oleh Allah SWT".

Pertanyaanya apakah kita sebagai bangsa sudah merdeka???? 

Bidang Hikmah 
PK IMM FT UHAMKA JAKSEL

Sumber: Berbagai pertemanan akun Facebook personal dan hasil diskusi.

Jumat, 27 Juli 2012

Siapakah orang-orang yang merugi di Bulan Ramadhan?

Assalamu'alaikum Wr Wb
Marhaban Yaa Ramadhan Marhaban Yaa Syahru Shiyaam
Semoga selalu ada iman dalam hati,keteguhan dalam berikrar dan kesempatan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Shalawat serta salam tak lupa terus kita haturkan kepada Nabi kita Muhamad SAW,sebagai panutan,tuntunan dan cahaya dalam kehidupan di dunia ini karena berkat beliaulah kita bisa keluar dari zaman kegelapan menuju cahaya Allah SWT. tak lupa juga kepada para sahabat,tabi'in/Tabi'at,dan mudah-mudahan bisa sampailah kepada kita umat yang selalu berharap mendapatkan syafaat dari beliau di akhirat kelak.
ramadhan adalah bulan yang penuh berkah,bulannya semua umat islam yang beriman untuk berlomba-lomba dalam segala kebaikan. pada bulan ini segala macam perbuatan tidak ada yang sia-sia asalkan dengan mengharapkan ridha Allah dan keimanan yang kuat,Allah akan melipat gandakan semua pahala kita dan mengampuni seluruh dosa-dosa kita.

Jadi siapakah orang yang tidak berbahagia dengan datang nya bulan ramadhan?

Alangkah rugi nya orang-orang yang tidak mengetahui keistimewaan bulan ramadhan,pada kesempatan kali ini kami akan mengutip dari salah satu hadist yang diriwayatkan oleh (HR Ahmad)


' Rasulullah Saw menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga. 
Seusai shalat para sahabat bertanya, “Mengapa Rasulullah mengucapkan “Aamin”? Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata, “Kecewa dan merugi seorang yang bila namamu disebut dan dia tidak mengucap shalawat atasmu” lalu aku berucap “Aamin
.” Kemudian malaikat berkata lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama kedua orang tuanya tetapi dia tidak sampai bisa masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “aamin”. 
Kemudian katanya lagi, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan “Aamin.” (HR. Ahmad) '

Subhanallah,betapa rugi nya orang-orang yang tidak mengetahui segala keistimewaan-keistimewaan selama bulan suci ramadhan. Akhirnya penulis menghimbau kepada kita semua untuk terus bersama-sama selalu memperbaiki diri dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan khususnya di bulan ramadhan ini sebagaimana dalam hadist disebutkan :
Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)
semoga segala pada ramadhan ini kita diberikan kesehatan dan kesempurnaan nikmat sehingga kita dapat menjalani bulan Ramadhan ini dengan penuh khidmat dan Taqarrub kepada Allah SWT.


kami Pimpinan Komisariat Fakultas Teknik memohon maaf apabila ada khilaf yang disengaja ataupun tanpa kami sadari, mudah-mudahan Ramadahan kali ini sebagai pendidikan bagi kita semua untuk menjadi insan yang utama,pribadi yang berakhlaqul Karimah dan menjadi orang-orang yang bertaqwa serta istiqomah dalam ketaqwaan nya..Amiin..
Billahi fii sabililhaq fastabiqul khoirot


Wassalamu'alaikum Wr Wb


IMM Jaya.....!!!!!

Minggu, 01 Juli 2012

Mengenal sosok istri Nabi Muhammad SAW : Zainab binti Jahsyi

Ummul mukminin Zainab binti Jahsy bin Rabab bin Ya`mar. Ibu beliau bernama Umayyah binti Muththalib paman dari paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada mulanya nama beliau adalah Barra’, namun tatkala diperistri oleh Rasulullah beliau diganti namanya dengan Zainab.[52]
Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melamarnya untuk budak beliau yakni Zaid bin Haritsah (kekasih Rasulullah dan anak angkatnya), maka Zainab dan juga keluarganya tidak berkenan. Rasulullah bersabda kepada Zainab, ‘Aku rela Zaid menjadi suamimu.” Maka Zainab berkata, “Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. al-Ahzab: 36).
Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara satu orang dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.
Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokkan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.
Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda:
“Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah.”
Padahal beliau mengetahui betul bahwa perceraian pasti terjadi, dan Allah kelak akan memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid sebagaimana anak kandung. Hanya saja Rasulullah tidak memberitahukan kepada dia ataupun kepada yang lain sebagaimana tuntutan syar`i, karena beliau khawatir manusia terlebih-lebih orang­-orang musyrik akan berkata bahwa Muhammad menikahi bekas istri anaknya. Maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat-Nya:
“Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.” sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri ke­perluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini (istri-istri anak-anak angkat itu) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. ” (QS. al-Ahzab: 37).
Al-Waqidi dan yang lain menyebutkan bahwa ayat ini turun manakala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang dengan Aisyah tiba-tiba beliau pingsan. Setelah bangun, beliau tersenyum seraya bersabda, “Siapakah yang hendak memberikan kabar gembira kepada Zainab?”, kemudian beliau membaca ayat tersebut. Maka berangkatlah seorang pemberi kabar gembira kepada Zainab untuk memberikan kabar gembira kepadanya, ada yang mengatakan bahwa Salma pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membawa kabar gembira tersebut. Adapula yang mengatakan bahwa yang membawa kabar gembira tersebut adalah Zaid sendiri.[53]Ketika itu beliau langsung membuang apa yang di tangannya kemudian sujud syukur kepada Allah.
Begitulah, Allah Subhanahu menikahkan Zainab radhiyallahu ‘anha dengan Nabi-Nya melalui ayat-Nya, tanpa wali, dan tanpa saksi, sehingga ini menjadi kebanggaan Zainab di hadapan Ummahatul Mukminin yang lain. Beliau berkata, “Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, akan tetapi aku dinikahkan oleh Allah dari atas Arsy-Nya.” Dan dalam riwayat lain, “Allah telah menikahkanku di langit.” Dalam riwayat lain, “Allah menikahkanku dari langit yang ketujuh. ” [54] Dan dalam sebagian riwayat yang lain, “Aku lebih mulia dari kalian dalam hal wali dan yang paling mulia dalam hal wakil, kalian dinikahkan oleh orang tua kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari langit yang ketujuh. [55]
Zainab radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu dinyatakan sendiri oleh Sayyidah Aisyah tatkala berkata, “Aku tidak melihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah, dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahim, dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah A.” [56]
Beliau radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah yakni beliau bagi-bagikan kepada orang­orang miskin. Tatkala Aisyah mendengar berita wafatnya Zainab beliau berkata, “Telah pergi wanita yang mulia dan rajin beribadah, menyantuni para yatim dan para janda.” Kemudian beliau berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para istrinya:
“Orang yang paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya…”
Maka apabila kami berkumpul, sepeninggal beliau kami mengukur tangan kami di dinding, untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang dimaksud dengan panjang tangan adalah banyak sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah .[57]
Ajal menjemput beliau pada tahun 20 Hijriyah pada saat berumur 53 tahun. Amirul mukminin Umar bin Khaththab, turut menshalatkan beliau. Penduduk Madinah turut mengantarkan jenazah Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy hingga ke Baqi’. Beliau adalah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pertama kali wafat setelah wafatnya Rasulullah . Semoga Allah merahmati wanita yang paling mulia dalam hal wali dan wakil, dan yang paling panjang tangannya.
Foot Note:
[52]. Shahih Muslim, no. 2143 pada kitab Adab tentang: Dianjurkan Mengganti Nama yang Buruk Menjadi Baik dan Perubahan Nama Barra’ Menjadi Zaenab dan Juwairiyah.
[53] Lihat Shahih Muslim pada kitab an-Nikah bab: Pernikahan Zaenab binti Jahsy, Turunnya Perintah Hijab dan Diperintahkannya Walimatul ‘Urs, no. 1428. An-Nasa’i pada kitab an-Nikah bab: Do’a Seorang Wanita Apabila Dipinang (VI/79).
[54] HR. al-Bukhari dalam at-Tauhid pada bab: Dan Adalah ‘Arsy-Nya Di atas Air (VIII/176) dan dalam Tafsir Surat al-Ahzdab. At-Tirmidzi dalam at-Tafsir pada bab: Di Antara Surat al-Ahdzab, no. 3212. Dan an-Nasa’i dalam bab: Do’a Seorang Wanita Apabila Dipinang (VI/80).
[55] Thabaqat Ibnu Sa’ad (VIII/73), al-Istii’ab (IV/1851) dan al-Ishabah (VIII/192).
[56] As-Samthuts Tsamin no. 110, al-Istii’ab (IV/1851) dan al-Ishabah (VIII/93).
[57] HR. Ibnu Sa’ad dalam ath-Thabaqat (VIII/108) dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (IV/25) dan dishahihkan serta disetujui oleh adz-Dzahabi. Muslim juga meriwayatkan yang seperti hadits ini dalam Fadha’ilush Shahabah pada bab: Keutamaan Ummu Salamah Ummul Mukminin, no. 2452.
Sumber: “Mereka Adalah Para Shahabiyat [Nisaa’ Haular Rasul], Mahmud Mahdi al Istambuli & Musthafa Abu An Nashir Asy Syalabi, Penerbit at-Tibyan, Hal.76-79