Sang Surya Tetap Bersinar
Syahadat Dua Melingkar
Warna Yang Hijau Berseri
Membuatku Rela Hati
Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku
Di Timur fajar Cerah Gemerlapan
Mengusir Kabut Hitam
Menggugah Kaum Muslimin
Tinggalkan Peraduan
Lihatlah Matahari Telah Tinggi
Di Ufuk Timur Sana
Seruan Illahi Rabbi
Samina Wa Atthona
Ya Allah Tuhan Rabbiku
Muhammad Junjunganku
Al Islam Agamaku
Muhammadiyah Gerakanku
* Sang Surya Tiada Henti Menyinari Negeri *
___Milad 1 Abad Muhammadiyah_____
Sabtu, 17 November 2012
Kamis, 18 Oktober 2012
Mengukur Sejauh Mana Keimanan Kita?
Assalamu'alaikum Wr Wb
Apa kabar saudaraku semua?semoga Allah selalu melimpahkan nikmat iman,islam dan kesehatan serta rezeki Nya kepada kita semua agar kita senantiasa bersyukur dan memuji semua kebesaran dan anugerah allah SWT..
sedikit menyampaikan amanah sebagai manusia karena kita semua mempunyai kewajiban untuk berdakwah.
Apakah pernah kalian merasa iman kita benar-benar kuat?sehingga pada saat kondisi itu hati dan fikiran kita tenang dan merasa benar bahkan yakin Allah SWT sayang kepada kita?
kemudian Apakah pernah kalian merasa iman kita sangatlah lemah?bahkan pada saat kondisi itu kita seakan akan tidak mempunyai daya dan berfikir negatif bahwa Allah tidak sayang kepada kita?
ketahuilah saudaraku ,semua kondisi itu pasti pernah kita alami. alangkah beruntung bagi orang yang selalu memperbaiki semangatnya dalam setiap pergantian waktu dan menemukan Allah dalam setiap langkahnya. tetapi alangkah meruginya bagi orang yang apabila kebaikan sudah datang menghampirinya tetapi orang itu menolak bahkan menutup dirinya dari kebaikan itu. mengutip hadist Rosululloh " Apabila kalian mendapatkan kesempatan untuk berbuat baik, maka Segerakanlah "
kondisi di atas juga pernah dialami pada masa Rosululloh
Dari abu rib'i handzalah bin robi' al usayyidiy; salah seorang sekretaris rasulullah saw ia berkatal saya bertemu dengan abu bakar ra, kemudian ia bertanya ; bagaimanakah keadaanmu hai handzalah? saya menjawab; handzalah kini telah munafik, Abu bakar berkata, SUBHANALLAH apa yang kamu katakan ? saya menjelaskan ; kalau kami dihadapan rasulullah saw , kemudian beliau menceritakan tentang surga dan neraka, maka seakan-akan kami melihat dengan mata kepala kami, tetapi bila kami pergi dari beliau dan bergaul dengan istri dan anan-anak serta mengurusi berbagai urusan maka kami sering lupa ; abu bakar berkata ;Demi Allah kami juga begitu , kemudian saya dan abu bakar pergi menghadap rasulullah saw, lalu saya berkata; wahai rasulullah , handzalah telah munafik,Rasulullah saw bertanya ; mengapa demikian ? Saya berkata; Wahai rasulullah , apabila kami berada di hadapanmu kemudian engkau menceritakan neraka dan surga maka seakan-akan kami melihat dengan mata kepala kami, tetapi bila kami pergi dari beliau dan bergaul dengan istri dan anan-anak serta mengurusi berbagai urusan maka kami sering lupa; maka rasulullah saw bersabda; demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kamu tetap sebagaimana keadaanmu di hadapanku dan mengingatnya niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu di tempat tidurmu dan di jalan, tetapi hai handzalah sesaat, dan sesaat, beliau mengulanginya sampai tiga kali (HR Muslim)
Mudah-mudahan kita selalu istiqomah di jalan Allah serta di beri kekuatan untuk menjauhi segala laranganNya.
Amiinn....
- Fastabiqul Khoirot _
Selasa, 02 Oktober 2012
Pentingnya Mengingat ( Berdzikir ) Kepada ALLAH Dalam Kehidupan Sehari-hari
بسم الله الرحمن الرحيم
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا(41)وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا(42)هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا(43)
Artinya:
41) Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42) Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. 43) Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab/33:41-44)
Para ulama membagi mengingat Allah itu ke dalam 3 kelompok yaitu: Pertama, ingat Allah dengan hati (zikr bi al-qalb). Kedua, ingat Allah dengan lidah (zikr bi al-lisan), dan ketiga ingat Allah dengan anggota badan (zikr bi al-af’al)
41) Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42) Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. 43) Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab/33:41-44)
Para ulama membagi mengingat Allah itu ke dalam 3 kelompok yaitu: Pertama, ingat Allah dengan hati (zikr bi al-qalb). Kedua, ingat Allah dengan lidah (zikr bi al-lisan), dan ketiga ingat Allah dengan anggota badan (zikr bi al-af’al)
II
Pertama, ingat Allah dengan hati (zikr bi al-qalb) adalah menyadari dengan sangat mendalam bahwa Allah selalu hadir dalam hidup kita. Dengan demikian jika kita mengerjakan sesuatu, kita kerjakan dengan kesadaran penuh bahwa Allah beserta kita, Allah menyertai kita, Allah mengawasi kita dan Allah memperhitungkan perbuatan kita. Allah berfirman: “Dan Dia bersamamu di manapun kamu berada. Dan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang engkau kerjakan.” (QS. Al-Hadid/57: 4). Jika Allah selalu bersama kita, maka kita akan selalu merasa tentram. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Al-Ra’du/13: 28). Ketentraman itu bagaikan anak kecil yang berhenti menangis karena berhasil didekap ibunya, kedekatan psikologis.
Orang yang hatinya tentram berarti merasakan surga dunia, karena surga merupakan simbol kenikmatan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa kata surga itu diungkap dengan al-jannah dalam bahasa Indonesia artinya kebun. Bukan hanya sekedar kebun tapi kebun tajri min tahtiha al-al-har dalam bahasa Arab artinya beberapa sungai mengalir di bawahnya, begitu adem, nyaman, dan menyenangkan.
Sebaliknya orang yang hatinya tidak tentram berarti merasakan neraka dunia, karena neraka merupakan simbol ketidaknikmatan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa kata neraka itu diungkap dengan al-nar dalam bahasa Indonesia artinya api. Api itu panas, tidak adem, tidak nyaman, dan tidak menyenangkan.
Supaya kita selalu merasakan ketenangan, agama menawarkan antara lain dengan shalat. Allah berfirman: “Tegakkanlah shalat untuk mengingatku.” (QS. Thaha/20:14). Kita usahakan shalat itu pertama, di awal waktu; kedua, berjamaah, dan ketiga di masjid/mushalla.
Pertama, ingat Allah dengan hati (zikr bi al-qalb) adalah menyadari dengan sangat mendalam bahwa Allah selalu hadir dalam hidup kita. Dengan demikian jika kita mengerjakan sesuatu, kita kerjakan dengan kesadaran penuh bahwa Allah beserta kita, Allah menyertai kita, Allah mengawasi kita dan Allah memperhitungkan perbuatan kita. Allah berfirman: “Dan Dia bersamamu di manapun kamu berada. Dan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang engkau kerjakan.” (QS. Al-Hadid/57: 4). Jika Allah selalu bersama kita, maka kita akan selalu merasa tentram. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Al-Ra’du/13: 28). Ketentraman itu bagaikan anak kecil yang berhenti menangis karena berhasil didekap ibunya, kedekatan psikologis.
Orang yang hatinya tentram berarti merasakan surga dunia, karena surga merupakan simbol kenikmatan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa kata surga itu diungkap dengan al-jannah dalam bahasa Indonesia artinya kebun. Bukan hanya sekedar kebun tapi kebun tajri min tahtiha al-al-har dalam bahasa Arab artinya beberapa sungai mengalir di bawahnya, begitu adem, nyaman, dan menyenangkan.
Sebaliknya orang yang hatinya tidak tentram berarti merasakan neraka dunia, karena neraka merupakan simbol ketidaknikmatan. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa kata neraka itu diungkap dengan al-nar dalam bahasa Indonesia artinya api. Api itu panas, tidak adem, tidak nyaman, dan tidak menyenangkan.
Supaya kita selalu merasakan ketenangan, agama menawarkan antara lain dengan shalat. Allah berfirman: “Tegakkanlah shalat untuk mengingatku.” (QS. Thaha/20:14). Kita usahakan shalat itu pertama, di awal waktu; kedua, berjamaah, dan ketiga di masjid/mushalla.
III
Kedua, ingat Allah dengan lidah (zikr bi al-lisan) adalah mengucapkan kata atau kalimat yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW. Kata atau kalimat itu antara lain adalah subhanallah, al-hamdulillah, la ilaha illallah, Allahu Akbar, la haula wal quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim dan lain sebagainya. Ada ungkapan mengatakan kalimat yang baik itu adalah sedekah. Artinya bila mengucapkannya setiap hari, berarti setiap hari pula kita sudah bersedekah.
Namun tidak hanya sekedar ucapan yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW saja, sebab efek dari antara lain ucapan di atas baru untuk kita, hubungan vertikal, belum lagi untuk orang lain, bukankah kita ini hidup bermasyarakat, hubungan horizontal. Menurut Aristoteles, seorang Filosof Yunani, manusia itu adalah “zoon politicon”, makhluk social, bermasyarakat. Oleh karenanya kata atau kalimat tersebut harus kita terjemahkan dalam kehidupan. Terjemahan itu dalam bentuk memelihara lidah dan tangan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang menyebabkan orang-orang Islam (yang lain) selamat dari lidah dan dan tanggannya.” (HR. al-Bukhariy, Muslim, Abu Dawud, dan al-Nasa’i, Ahmad, dan al-Darimiy dari Abdullah ibn Umar).
Dalam hadis di atas kenapa disebutkan hanya lidah dan tangan? Bukankah ada anggota tubuh yang lain. Dalam teori metodologi pemahaman hadis disebutkan bahwa kedua anggota badan ini sangat aktif menyakiti manusia. lidah merupakan simbol anggota badan yang sangat aktif menyakiti non pisik manusia, seperti menggunjing, dan lain sebagainya, sedangkan tangan merupakan simbol anggota badan yang sangat aktif menyakiti pisik manusia seperti mencubit, memukul, menendang, atau mengambil hak orang lain dan sebagainya.
Kedua, ingat Allah dengan lidah (zikr bi al-lisan) adalah mengucapkan kata atau kalimat yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW. Kata atau kalimat itu antara lain adalah subhanallah, al-hamdulillah, la ilaha illallah, Allahu Akbar, la haula wal quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim dan lain sebagainya. Ada ungkapan mengatakan kalimat yang baik itu adalah sedekah. Artinya bila mengucapkannya setiap hari, berarti setiap hari pula kita sudah bersedekah.
Namun tidak hanya sekedar ucapan yang diajarkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW saja, sebab efek dari antara lain ucapan di atas baru untuk kita, hubungan vertikal, belum lagi untuk orang lain, bukankah kita ini hidup bermasyarakat, hubungan horizontal. Menurut Aristoteles, seorang Filosof Yunani, manusia itu adalah “zoon politicon”, makhluk social, bermasyarakat. Oleh karenanya kata atau kalimat tersebut harus kita terjemahkan dalam kehidupan. Terjemahan itu dalam bentuk memelihara lidah dan tangan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang menyebabkan orang-orang Islam (yang lain) selamat dari lidah dan dan tanggannya.” (HR. al-Bukhariy, Muslim, Abu Dawud, dan al-Nasa’i, Ahmad, dan al-Darimiy dari Abdullah ibn Umar).
Dalam hadis di atas kenapa disebutkan hanya lidah dan tangan? Bukankah ada anggota tubuh yang lain. Dalam teori metodologi pemahaman hadis disebutkan bahwa kedua anggota badan ini sangat aktif menyakiti manusia. lidah merupakan simbol anggota badan yang sangat aktif menyakiti non pisik manusia, seperti menggunjing, dan lain sebagainya, sedangkan tangan merupakan simbol anggota badan yang sangat aktif menyakiti pisik manusia seperti mencubit, memukul, menendang, atau mengambil hak orang lain dan sebagainya.
III
Ketiga ingat Allah dengan anggota badan (zikr bi al-af’al) adalah di manapun kita berada, selalu bekerja dan di tempat yang diridhai Allah. Untuk selalu bekerja yang diridhai oleh Allah, sebagai ilustrasi ketika Nabi berjalan di sebuah pasar, ia melihat ada salah seorang saudagar yang dicurigai oleh Nabi melakukan kecurangan. Oleh karena itu untuk mentesnya, Nabi membenamkan tangannya ke barang dagangan saudagar tadi, kemudian tangan itu diangkat, setengah ke bawah tanggannya basah. Lalu Nabi bersabda: “man ghassa falaisa minna” siapa yang mengicuh dalam berbisnis, maka ia bukan termasuk umatku (HR. al-Bukhariy, Muslim, al-Tirmiziy, Ibn Majah, dan Ahmad)
Terhadap selalu berada di tempat yang diridhai Allah, sebab kita tidak tahu kapan napas kita berhenti. Allah berfirman: “Sesungguhnya hanya pada sisi Allah saja pengetahuan tentang hari kiamat. Dia-lah yang menurunkan hujan; Mengetahui apa yang berada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok; Tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.” (QS. Lukman/31: 34).
Jika ajal datang kepada kita pada saat di tempat yang diridhai Allah, maka ada indikasi kita wafat dalam husnul khatimah (akhir yang baik). Tetapi sebaliknya jika ajal datang kepada kita pada waktu kita berada di tempat maksiat, maka ada indikasi kita wafat dalam su’ul khatimah (akhir yang tidak baik).
Ketiga ingat Allah dengan anggota badan (zikr bi al-af’al) adalah di manapun kita berada, selalu bekerja dan di tempat yang diridhai Allah. Untuk selalu bekerja yang diridhai oleh Allah, sebagai ilustrasi ketika Nabi berjalan di sebuah pasar, ia melihat ada salah seorang saudagar yang dicurigai oleh Nabi melakukan kecurangan. Oleh karena itu untuk mentesnya, Nabi membenamkan tangannya ke barang dagangan saudagar tadi, kemudian tangan itu diangkat, setengah ke bawah tanggannya basah. Lalu Nabi bersabda: “man ghassa falaisa minna” siapa yang mengicuh dalam berbisnis, maka ia bukan termasuk umatku (HR. al-Bukhariy, Muslim, al-Tirmiziy, Ibn Majah, dan Ahmad)
Terhadap selalu berada di tempat yang diridhai Allah, sebab kita tidak tahu kapan napas kita berhenti. Allah berfirman: “Sesungguhnya hanya pada sisi Allah saja pengetahuan tentang hari kiamat. Dia-lah yang menurunkan hujan; Mengetahui apa yang berada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok; Tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.” (QS. Lukman/31: 34).
Jika ajal datang kepada kita pada saat di tempat yang diridhai Allah, maka ada indikasi kita wafat dalam husnul khatimah (akhir yang baik). Tetapi sebaliknya jika ajal datang kepada kita pada waktu kita berada di tempat maksiat, maka ada indikasi kita wafat dalam su’ul khatimah (akhir yang tidak baik).
IV
Jika kita sudah ingat Allah dengan hati, ingat Allah dengan lidah, dan ingat Allah dengan anggota badan, maka Allah akan memberi rahmat kepada kita juga malaikat-Nya memohonkan ampunan untuk kita, supaya Allah mengeluarkan kita dari kesulitan kepada kemudahan, dari kesempitan kepada kelapangan, dari kebodohan kepada kepintaran dan kecerdasan, dan dari kemiskinan kepada kekayaan.
Jika kita sudah ingat Allah dengan hati, ingat Allah dengan lidah, dan ingat Allah dengan anggota badan, maka Allah akan memberi rahmat kepada kita juga malaikat-Nya memohonkan ampunan untuk kita, supaya Allah mengeluarkan kita dari kesulitan kepada kemudahan, dari kesempitan kepada kelapangan, dari kebodohan kepada kepintaran dan kecerdasan, dan dari kemiskinan kepada kekayaan.
Wa Allahu A’lam bi al-Shawab.
Oleh: Muslim, M.Ag.
(Dosen/Ketua Jurusan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang)
Sabtu, 01 September 2012
MASTA PK IMM FT UHAMKA
Assalamu'alaikum Wr Wb
Selamat datang Mahasiswa baru Fakultas Teknik Uhamka Periode 2012-2013
calon kader penerus perjuangan bangsa,negara& Agama..
proses saling mengenal satu sama lain merupakan pintu menuju pengenalan yang lebih jauh dengan secara sadar menyadari bahwasanya secara sunnatullah antara manusia satu dengan yang lainnya pastilah berbeda bentuk,ras maupun bahasa. akan tetapi pada persfektif Islam bukanlah merupakan persoalan prinsip, sebagaimana sabda Nabi Muhamad SAW bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan fostur tubuh kalian akan tetapi sesungguhnya amal dan Hati kalian yang Allah lihat ( Hadist ).
MASTA ( Masa Ta'aruf ) yang dilakukan oleh Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Teknik Uhamka dalam rangka menyambut mahasiswa baru fakultas teknik mengusung tema " Mewujudkan Komitmen Akademisi Islam Yang Berakhlaq Mulia dan Berjiwa Sosial ".
dengan konsep Religiusitas dan Humanitas diharapkan agar tercapainya akademisi-akademisi dari fakultas teknik yang taat terhadap nilai-nilai agama serta menyadari bahwa di lingkungan mereka kuliah haruslah kita mengenal juga kehidupan bermasyarakat khususnya di sekitar kampus.
IMM sudah sangatlah haus akan nilai-nilai agama ataupun moral-moral kualitas para kader nya yang tidak mencerminkan seorang muslim. oleh sebab itu di mulai dari komisariat khususnya fakultas teknik Uhamka mencoba untuk mewujudkan segala aspek nilai-nilai islam seperti diadakan nya pengajian,dakwah (kultum), menyantuni fakir miskin dan Dhuafa. dengan adanya kegiatan MASTA ini di jadikan momentum bagi komisariat teknik untuk membangun fakultas islami.
selain acara perkenalan dan ramah tamah menyambut mahasiswa baru,pada Masta kali ini PK IMM FT UHAMKA mengadakan kegiatan Bakti sosial kepada Masyarakat di sekitar Jatayu.dengan berharap agar semua mahasiswa fakultas teknik merangkul semua yang ada di sekitar dengan cara berbagi terhadap sesama seperti yang selalu di katakan dalam hadist Nabi " Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain ( sekitarnya )
Mudah-mudahan apa yang telah kami usahakan menjadi sangatlah bermanfaat dengan mengharap bernilai keikhlasan dari Allah SWT.
kami berharap Ayahanda,Kakanda,Adinda immawan/ti ataupun para simpatisan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini kami harapkan kehadirannya pada
Hari Senin,3-4 September 2012 bertempat di lt.6 Kampus A Uhamka
semoga dukungan do'a ataupun materil yang telah disalurkan menjadikan tabungan kita buat di akhirat kelak..amiiin
Ikhlas Beramal Dalam Bakti Abadi Perjuangan Kami
fastabiqul Khoirot
Wassalamu'alaikum Wr Wb
IMM Jaya..
* Salam BPH PK IMM FT UHAMKA
Selamat datang Mahasiswa baru Fakultas Teknik Uhamka Periode 2012-2013
calon kader penerus perjuangan bangsa,negara& Agama..
proses saling mengenal satu sama lain merupakan pintu menuju pengenalan yang lebih jauh dengan secara sadar menyadari bahwasanya secara sunnatullah antara manusia satu dengan yang lainnya pastilah berbeda bentuk,ras maupun bahasa. akan tetapi pada persfektif Islam bukanlah merupakan persoalan prinsip, sebagaimana sabda Nabi Muhamad SAW bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk dan fostur tubuh kalian akan tetapi sesungguhnya amal dan Hati kalian yang Allah lihat ( Hadist ).
MASTA ( Masa Ta'aruf ) yang dilakukan oleh Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Teknik Uhamka dalam rangka menyambut mahasiswa baru fakultas teknik mengusung tema " Mewujudkan Komitmen Akademisi Islam Yang Berakhlaq Mulia dan Berjiwa Sosial ".
dengan konsep Religiusitas dan Humanitas diharapkan agar tercapainya akademisi-akademisi dari fakultas teknik yang taat terhadap nilai-nilai agama serta menyadari bahwa di lingkungan mereka kuliah haruslah kita mengenal juga kehidupan bermasyarakat khususnya di sekitar kampus.
IMM sudah sangatlah haus akan nilai-nilai agama ataupun moral-moral kualitas para kader nya yang tidak mencerminkan seorang muslim. oleh sebab itu di mulai dari komisariat khususnya fakultas teknik Uhamka mencoba untuk mewujudkan segala aspek nilai-nilai islam seperti diadakan nya pengajian,dakwah (kultum), menyantuni fakir miskin dan Dhuafa. dengan adanya kegiatan MASTA ini di jadikan momentum bagi komisariat teknik untuk membangun fakultas islami.
selain acara perkenalan dan ramah tamah menyambut mahasiswa baru,pada Masta kali ini PK IMM FT UHAMKA mengadakan kegiatan Bakti sosial kepada Masyarakat di sekitar Jatayu.dengan berharap agar semua mahasiswa fakultas teknik merangkul semua yang ada di sekitar dengan cara berbagi terhadap sesama seperti yang selalu di katakan dalam hadist Nabi " Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain ( sekitarnya )
Mudah-mudahan apa yang telah kami usahakan menjadi sangatlah bermanfaat dengan mengharap bernilai keikhlasan dari Allah SWT.
kami berharap Ayahanda,Kakanda,Adinda immawan/ti ataupun para simpatisan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini kami harapkan kehadirannya pada
Hari Senin,3-4 September 2012 bertempat di lt.6 Kampus A Uhamka
semoga dukungan do'a ataupun materil yang telah disalurkan menjadikan tabungan kita buat di akhirat kelak..amiiin
Ikhlas Beramal Dalam Bakti Abadi Perjuangan Kami
fastabiqul Khoirot
Wassalamu'alaikum Wr Wb
IMM Jaya..
* Salam BPH PK IMM FT UHAMKA
Kamis, 30 Agustus 2012
MASTA IMM PK IMM FT UHAMKA JAKSEL
Masta (Masta Ta'aruf) masa perkenalan kepada mahasiswa baru untuk akrab kepada teman-teman baru, pengurus IMM. Mengenalkan mahasiswa baru untuk mengetahui Ke-IMM-an, Kemuhammadiyaan, Humanitas, dan Al-Islam.
Barang Bawaan Peserta:
- ATK (Pulpen, Buku, & Penggaris)
- Perlengkapan shalat
- Al-Qur'an
- Air Mineral 1,5 lt
- Obat-obatan pribadi
- Karton warna merah
- Spidol warna kelompok:
- Makanan favorit.
- Tali warna merah
Pakaian/Dresscode:
Laki-laki
- Peci merah
- Hari Pertama : Baju Koko warna putih
Hari Kedua : Batik
- Celana bahan hitam
- Sarung
- Sepatu
Wanita
- Kerudung merah
- Hari Pertama : Baju/kemeja putih (tidak ketat)
Hari Kedua : Batik
- Selendang
- Rok bahan hitam (tidak ketat)
- Sepatu
Barang Bawaan Kelompok
- Minyak 1lt
- Gula 1kg
- Beras 5lt
- Mie Instant 5 bungkus
- Teh 1pack
*Kerjasama buat kumpulin barang-barang kelompk. Barang ini untuk bakti sosial kita ke Masyarakat.
Kumpul jam 07:00 pagi ya teman-teman ^_^ di UHAMKA Limau II
CP:
Riva'i : 08577891565
Fitri : 089692450573
Join grup Facebook Masta IMM FT UHAMKA 2012
http://www.facebook.com/groups/460700413963386/
Follow @immftuhamka
Barang Bawaan Peserta:
- ATK (Pulpen, Buku, & Penggaris)
- Perlengkapan shalat
- Al-Qur'an
- Air Mineral 1,5 lt
- Obat-obatan pribadi
- Karton warna merah
- Spidol warna kelompok:
- Hitam
- Kuning
- Hijau
- Makanan favorit.
- Tali warna merah
Pakaian/Dresscode:
Laki-laki
- Peci merah
- Hari Pertama : Baju Koko warna putih
Hari Kedua : Batik
- Celana bahan hitam
- Sarung
- Sepatu
Wanita
- Kerudung merah
- Hari Pertama : Baju/kemeja putih (tidak ketat)
Hari Kedua : Batik
- Selendang
- Rok bahan hitam (tidak ketat)
- Sepatu
Barang Bawaan Kelompok
- Minyak 1lt
- Gula 1kg
- Beras 5lt
- Mie Instant 5 bungkus
- Teh 1pack
*Kerjasama buat kumpulin barang-barang kelompk. Barang ini untuk bakti sosial kita ke Masyarakat.
Kumpul jam 07:00 pagi ya teman-teman ^_^ di UHAMKA Limau II
CP:
Riva'i : 08577891565
Fitri : 089692450573
Join grup Facebook Masta IMM FT UHAMKA 2012
http://www.facebook.com/groups/460700413963386/
Follow @immftuhamka
Sabtu, 25 Agustus 2012
Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus
Mungkin
sedikit terlambat untuk memposting ini tapi bagaimana harus meluruskan
sejarah bangsa Indonesia terutama dibulan agustus. Agustus ini dimana
saat bangsa kita memproklamirkan setelah 17 tahun (28/10/1928 - Sumpah
Pemuda) layaknya manusia saat menginjak umur 17 tahun harus menentukan
masa depannya dan harus mandiri. Sama seperti halnya dengan bangsa
Indonesia menentukan kedepannya atau merdeka.
Proklamasi=menyampaikan/memberitahukan kabar gembira sebagaimana PARA RASUL2 dan PARA PEMIMPIN
diutus oleh Allah ke muka bumi adalah untuk "MENYAMPAIKAN KABAR GEMBIRA
dan MEMBERI PERINGATAN" kepada bangsanya dimuka bumi.
Orang-orang menganggap 17 Agustus 1945 sebagai HUT RI seharusnya ialah HUT Proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Mari kita simak penggalan teks proklamasi.
PROKLAMASI
Kami
bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal
yang mengenai pemindahan kekuasaan dll diselenggarakan dengan cara
seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, tanggal17 Bulan Agustus Tahun 1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno - Hatta
Setelah
kita menyimak teks proklamasi diatas adakah penggalan kata "negara".
Penggalan teks proklamasi mengatasnamakan "bangsa". Faktnya ialah.
- Pada saat teks Proklamasi. Dibacakan, Republik Indonesia Beluma ada.
- Pada saat teks proklamasi dibacakan Ir. Sukarno dan Drs Moh. Hatta belum menjadi Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia sebab Negara belum didirikan pada hari itu.
- Teks Proklamasi secara jelas menyatakan bahwa Kemerdekaan di. nyatakan oleh Bangsa Indonesia dan atas Nama Bangsa Indonesia, Bukan Negara Republik Indonesia.
- Proklamasi 17 Agustus 1945 ialah Pernyataan Kemerdekaan sebagai Bangsa, Bukan Deklarasi Negara.
- Republik Indonesia baru didirikan pada 18 Agustus 1945 ketika UUD'45 di sahkan dan Ir. Sukarno bersama Drs. Moh Hatta diangkat sbgai Presiden dan Wakil Presiden RI. - Pernyataan 17 Agustus sbagai HUT RI ialah pesanan Kerajaan Belanda agar terbebas dari tuntutan Genosida akibat Agresi Militer 1 dan 2.
Mari kita luruskan sejarah bangsa Indonesia Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia Maka sampaikanlah kabar gembira ini bahwa kita
sebagai bangsa berkodrat diperintahkan harus merdeka "Terangkat Harkat
dan Martabat Hidupnya oleh Allah SWT".
Pertanyaanya apakah kita sebagai bangsa sudah merdeka????
Bidang Hikmah
PK IMM FT UHAMKA JAKSEL
Sumber: Berbagai pertemanan akun Facebook personal dan hasil diskusi.
Selasa, 07 Agustus 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

